Jumat, 12 Maret 2010

Melacak Asal-usul Foto Nabi Muhammad




Pada Oktober tahun 2009 yang lalu, kaum muslimin di Indonesia sempat digemparkan dengan berita beredarnya pin bergambar sosok yang diberi label dan dikatakan sebagai Nabi Muhammad. Pin yang beredar di Makassar, Sulawesi Selatan itu menampilkan gambar pasfoto seorang pemuda arab yang mengenakan surban dengan selipan bunga di salah satu telinganya. Pemuda tersebut tampak memikat dengan senyuman yang memperlihatkan sederet gigi-gigi putihnya. Dikatakan bahwa itu adalah gambar Nabi Muhammad saat muda, sebelum diangkat sebagai utusan Allah.

Pin Berasal dari Iran

Dari penyelidikan polisi diketahui bahwa pin tersebut dibawa oleh seorang yang pernah menjadi mahasiswa di Iran. Dari negeri itu ia membawa pin dan juga stiker untuk teman-temannya di Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia. Selain bergambar Nabi Muhammad, di antara mereka juga dikatakan bergambar sahabat Ali dan Hamzah.


Di Iran sendiri foto yang dikatakan sebagai Muhammad remaja itu pernah populer pada tahun 1990-an. Bermula di kota Teheran dan Qum, gambar Nabi Muhammad ini akhirnya dapat ditemui dalam berbagai bentuk dengan beragam variasi yang  mirip dengan contoh gambar di samping ini. Ada yang berupa kartupos, poster, stiker atau menjadi penghias halaman blog dan situs web. Versi gambar yang bersurban hijau ini bahkan dikabarkan dijual secara online oleh seorang seniman Iran.
Di Iran sebenarnya penggambaran Nabi Muhammad juga dilarang. Namun karena gambar tersebut disebutkan sebagai remaja Muhammad, maka ia tidak dilarang. Para ulama di sana menyatakan bahwa remaja Muhammad belum menjadi Nabi dan Rasul saat itu, sehingga kesucian beliau sebagai utusan Allah tidak ternodai oleh gambar tersebut.

Bersumber dari Foto Remaja Tunisia

Pada tahun 2006, Pierre Centlivres & Micheline Centlivres-Demont mengulas asal-usul gambar yang populer di Iran tersebut dalam sebuah publikasi ISIM Review nomor 17. Di sana, kedua penulis menyatakan bahwa, tanpa sengaja mereka melihat kemiripan gambar yang beredar di Iran tersebut dengan sebuah karya foto seorang fotografer berkebangsaan Jerman dalam sebuah pameran di Paris. Foto-foto sang fotografer tentang dunia arab memang pernah sangat populer di dunia barat di masa 1920-an. Salah satu koleksinya adalah sebuah kartupos yang menampilkan foto seorang remaja Tunisia bernama Muhammad atau Ahmad. Foto ini pun sempat menjadi ilustrasi di majalah National Geographic di tahun 1914 dengan keterangan gambar berbunyi:Seorang Arab dengan Bunganya.
Gambar di samping adalah foto tersebut. Terlihat jelas, jika kita bandingkan, bahwa memang demikianlah asal-usul foto yang dikatakan sebagai Nabi Muhammad tersebut. Foto seorang remaja dari Tunisia inilah yang dijadikan sebagai model atau rujukan dari foto-foto atau gambar-gambar lain yang kemudian dikatakan sebagai Nabi Muhammad muda.

Menyikapi Foto Nabi Muhammad

Sebagai seorang muslim, tentu kita meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yang mulia. Ia merupakan rujukan sekaligus model bagi kaum muslimin. Baik ucapan maupun perbuatannya menjadi panutan dan teladan. Dari berbagai wejangan beliau hingga cara berpakaian akan menjadi sandaran bertindak dan berperilaku bagi setiap muslim. Oleh karena itu, Nabi Muhammad sendiri sangat berhati-hati dan khawatir akan posisi beliau ini dihadapan kaum muslimin. Beliau sangat menyadari betapa ia akan menjadi pusat  rujukan bagi kaumnya. Hal ini tergambar dari ucapan beliau yang diriwayatkan dari kitab Bukhari dan Muslim:
من كَذَبَ عليَّ مُتَعَمِّدًا فلْيَتَبوأ مقعده من النار
“Siapa yang berbohong tentang aku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempatnya di neraka“.
Peringatan ini menjadi rambu-rambu bagi setiap orang agar tidak menyatakan bahwa beginilah Nabi Muhammad tanpa ada dasar yang benar. Menyatakan bahwa ada foto Nabi Muhammad, sementara kita semua tahu bahwa kamera baru ditemukan berabad-abad setelah Nabi wafat, tentu juga merupakan sebuah kebohongan. Membuat gambar-gambar Nabi Muhammad secara tidak langsung juga menyatakan bahwa beginilah cara Nabi mengenakan surban, cara beliau memakai pakaian, cara tersenyum dan gerak-gerik lain yang tersurat dari gambar semacam itu. Kalau yang membuat tidak pernah menyaksikan fisik sang Nabi, kebohonganlah yang ia lakukan.
Selain itu, para ulama amat keras bersikap dalam hal ini, yaitu melarang menggambar atau melukiskan Nabi Muhammad, dengan alasan agar kaum muslimin tidak terjebak dalam pengkultusan yang berlebihan. Sebuah sikap yang akan membawa kepada pemujaan sosok atau perwujudan Nabi, baik dalam bentuk gambar maupun patung, yang pada akhirnya bisa memasuki wilayah kemusyrikan, menyembah selain Allah, sebuah dosa yang paling besar. Na’udzubillahi min dzaalik.
Semoga bermanfaat. (Sumber : al-habib)

Sabtu, 06 Maret 2010

3D Doraemon- Fantastic Glasses


Lucu gak sih, nonton film Doraemon yang bahasanya Cina? Boro2 yang pake bahasa Cina, yang pake bahasa Jepang aja saya belum tentu paham. hehe... untungnya yang setiap hari Minggu ditayangin di TV dah didubbing ke bahasa Indonesia ya...
Oh iya, sesuai dengan judul postingan ini, saya mau cerita. Sekumpulan para animator Cina dah berhasil bikin film 3Dnya Doraemon. Makanya, bahasanya pake bahasa Cina. Tapi walopun begitu, coba aja ditonton, dikit2 bakalan ngerti kok maksud jalan ceritanya =)

langsung buka aja deh linknya di youtube :

http://www.youtube.com/watch?v=xvN7KK2nERQ

Cuma lucu2an...


Nemu gambar di salah satu blog, lucu juga. Saya aja sampe ketawa. Ni gambar tokoh2 di Doraemon yang mirip banget ama tokoh2 di negara kita.

Coba deh diperhatiin. Bener ga?

Episode Terakhir Doraemon?


Temen2 udah gak asing lagi kan ama serial kartun Jepang Doraemon? Setiap hari Minggu, acaranya ditayangin di salah satu stasiun TV swasta. Tapi bingung gak sih, dari kita TK ampe udah lulus kuliah gini, Nobita tetep aja jadi anak SD? hehe.. siapanya ya yang salah? kok kayaknya gak ada akhirnya ya?
Oke deh, hari ini Saya kasih cuplikan komik terakhir Doraemon. Enjoy it! =)



Hiks2..mengharukan ya.. Nobita jadi rajin belajar...dan jadi profesor yang menghidupkan kembali Doraemon. Dan cita2nya nikah ama Shizuka juga kesampean. hehe.... :-P

(Makasih nih, buat pihak2 yang udah nerjemahin komiknya dari Bahasa Jepang-Inggris-Indonesia). N, makasih buat M. Darussalam buat kopian komiknya.

Jumat, 19 Februari 2010

Mengapa Ayam Menyebrang Jalan?


Lagi pusing nginget alamat imel blog saya yang lain, pas buka inbox di salah satu akun imel, ternyata ada imel lama (yang belum sempet dibuka) dari temen ceting. Isinya cerita lucu.

Nih, saya kopikan buat temen2. Lumayan mengundang senyum :-)

 

wafa's blog Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino